HALMAHERA SELATAN

KABUPATEN HALMAHERA SELATAN;

Kabupaten Halmahera Selatan pada awalnya adalah bagian dari Kabupaten Maluku Utara.Terhitung sejak 25 Februari 2003, wilayah di selatan Pulau Halmahera ini otonom esbagai kabupaten. Bersama dengan dua saudaranya yaitu Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula. Kabupaten ini memiliki luas 8.892,4 km2 yang terbagi menjadi 9 kecamatan dengan Labuha sebagai ibukota kabupaten. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah di sebelah utara, Laut Seram di sebelah selatan, Laut Halmahera di sebelah timur dan Laut Maluku di sebelah barat.
Dengan luas perairan yang mencapai 31.484 kilometer persegi dan merupakan empat kali luas daratan menjadikan kabupaten ini memiliki aset yang tidak sedikit. Bagi Halmahera Selatan sendiri, laut beserta isinya merupakan harta karun yang belum tergarap dengan maksimal. Aneka ikan pelagis atau ikan permukaan berbagai ukuran seperti tuna, cakalang, tongkol dan lain-lain berdiam didalamnya. Belum lagi ikan demersial seperti kakap merah, ekor kuning hingga kerapu turut pula menghuni perairan di kabupaten ini. Komoditas lain seperti cumi, teripang, lobster, hingga rumput laut dan mutiara juga memiliki potensi yang tidak sedikit. Tiga kecamatan di Pulau Bacan, yakni Bacan, Bacan Barat dan Bacan Timur adalah sentra perikanan Halmahera Selatan. Kontribusinya mampu memberi sekitar 70 persen dari total hasil tangkapan. Pusat pendaratan ikan pun di bangun di sini dan merupakan salah satu dari dua fasilitas pendaratan ikan di lingkup Provinsi Maluku Utara.
Dari segi fisik, Halmahera Selatan identik dengan kota nelayan karena sekitar 92 persen wilayahnya merupakan desa pantai. Tetapi meski kehidupan pantai dan laut menjadi keseharian masyarakat, kegiatan ekonomi ternyata tidak didominasi oleh hasil perikanan. Daerah ini masih tetap mengutamakan hasil perkebunan seperti kelapa, kakao, cengkeh dan pala. Masyarakat di kabupaten ini umumnya memanfaatkan lahannya untuk usaha perkebunan. Diantara komoditas yang diunggulkan, kelapa menempati urutan pertama dengan produksi berupa kopra. Kakao menempati urutan kedua setelah kelapa. Melalui Ternate, hasil panen in dipasarkan ke Pulau Jawa. Lain halnya dengan cengkeh dan pala, meski hasilnya tidak sebesar kelapa dan kakao, namun oleh penduduk setempat tanaman ini masih terus di lestarikan.
Terhadap kabupaten tetangganya, Halmahera Selatan cukup mudah dijangkau. Selain ada pelabuhan Babang, ada pula sarana lewat udara. Bandara Oesman Sadik merupakan destinasi pesawat jenis CASA yang bisa dijadikan pilihan transportasi.

Sumber Data:
Maluku Utara Dalam Angka 2008
BPS Propinsi Maluku Utara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar